Kamis, 31 Desember 2020

Misteri Mimpi Dalam Islam

Dari pembahasan yang lalu telah kita pahami bahwa ada beberapa jenis mimpi, di antaranya ada yang Haq dan ada yang bathil, di mana kita sudah memahami ciri-ciri mimpi bathil begitu juga dengan dampak bahayanya dan cara mengatasinya.

Adapun mimpi yang Haq terbagi dua jenis mengenai isi pesan di dalamnya.
1. Memiliki arti yang jelas.
2. Dengan sebuah Simbol sehingga perlu di tafsirkan.

Isi pesan yang memiliki arti yang jelas sudah pasti tidak perlu di artikan atau di tafsirkan lagi, sehingga mimpi itu akan menceritakan apa adanya.
Sehingga umat Islam dapat memahaminya dengan mudah.

Apabila isi pesan dalam bentuk perintah, maka si pemimpi sebaiknya menjalankan perintahnya, setelah mimpi itu di teliti kemudian tidak di temukan bahwa mimpi itu bertentangan dengan syariat Islam.

Kemudian,  Apabila isi pesan di dalam mimpinya dalam bentuk kabar berita yang mengungkap sebuah rahasia, maka si pemimpi tinggal meyakininya saja.

Sebagaimana kisah pada zaman Rasulullah Saw, yang terdapat dalam hadits.

Riwayat dari Anas, dia berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُعْجِبُهُ الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ فَرُبَّمَا قَالَ هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ رُؤْيَا فَإِذَا رَأَى الرَّجُلُ رُؤْيَا سَأَلَ عَنْهُ فَإِنْ كَانَ لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ كَانَ أَعْجَبَ لِرُؤْيَاهُ إِلَيْهِ قَالَ فَجَاءَتْ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ كَأَنِّي دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ بِهَا وَجْبَةً ارْتَجَّتْ لَهَا الْجَنَّةُ فَنَظَرْتُ فَإِذَا قَدْ جِيءَ بِفُلَانِ بْنِ فُلَانٍ وَفُلَانِ بْنِ فُلَانٍ حَتَّى عَدَّتْ اثْنَيْ عَشَرَ رَجُلًا وَقَدْ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَرِيَّةً قَبْلَ ذَلِكَ قَالَتْ فَجِيءَ بِهِمْ عَلَيْهِمْ ثِيَابٌ طُلْسٌ تَشْخُبُ أَوْدَاجُهُمْ قَالَ فَقِيلَ اذْهَبُوا بِهِمْ إِلَى نَهْرِ الْبَيْدَخِ أَوْ قَالَ إِلَى نَهَرِ الْبَيْدَجِ قَالَ فَغُمِسُوا فِيهِ فَخَرَجُوا مِنْهُ وُجُوهُهُمْ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ قَالَ ثُمَّ أَتَوْا بِكَرَاسِيَّ مِنْ ذَهَبٍ فَقَعَدُوا عَلَيْهَا وَأُتِيَ بِصَحْفَةٍ أَوْ كَلِمَةٍ نَحْوِهَا فِيهَا بُسْرَةٌ فَأَكَلُوا مِنْهَا فَمَا يُقَلِّبُونَهَا لِشِقٍّ إِلَّا أَكَلُوا مِنْ فَاكِهَةٍ مَا أَرَادُوا وَأَكَلْتُ مَعَهُمْ قَالَ فَجَاءَ الْبَشِيرُ مِنْ تِلْكَ السَّرِيَّةِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ مِنْ أَمْرِنَا كَذَا وَكَذَا وَأُصِيبَ فُلَانٌ وَفُلَانٌ حَتَّى عَدَّ الِاثْنَيْ عَشَرَ الَّذِينَ عَدَّتْهُمْ الْمَرْأَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ بِالْمَرْأَةِ فَجَاءَتْ قَالَ قُصِّي عَلَى هَذَا رُؤْيَاكِ فَقَصَّتْ قَالَ هُوَ كَمَا قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat senang (taajub) dengan mimpi yang baik, dan sering-seringi beliau sabdakan: "Apakah salah seorang dari kalian bermimpi?" maka apabila ada seorang laki-laki yang bermimpi, beliau bertanya tentangnya, jika mimpi tersebut tidak negatif, beliau merasa senang terhadap mimpi yang diimpikannya. Anas berkata, "Lalu seorang wanita datang dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku bermimpi seakan aku masuk ke dalam surga. Dan kudengar di sana suara benda jatuh yang menjadikan surga bergetar. Lantas kuteliti, ternyata telah dihadirkan si fulan, si fulan dan si fulan, " hingga ia sebutkan dua belas orang. Dan sebelum itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengirim sebuah ekspedisi militer. Kedua belas orang itu didatangkan dengan mengenakan pakaian kotor dan urat leher mereka mengalir." Anas berkata, "Lantas ada suara bergema; 'bawalah mereka ke sungai baidakh -atau ia mengatakan sungai baidaj-'. Di sana mereka ditenggelamkan (dicelup, dimandikan). Setelah itu mereka keluar dengan wajah yang telah berubah bagaikan bulan di malam purnama." Anas berkata, "Mereka lalu datang dengan membawa kursi-kursi emas seraya menjadikannya sebagai tempat duduk. Selanjutnya disajikan kepada mereka piring -atau kalimat yang semakna- yang berisi kurma, dan mereka pun memakannya. Tidaklah ia membolak-balikkan piring tersebut kecuali ia dapat memakan buah yang ia kehendaki. Maka aku pun makan bersama mereka." Anas berkata, "Lalu datanglah pembawa berita dari ekspedisi Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, masalah kami begini dan begini, lalu fulan dan fulan terbunuh." Hingga ia menyebutkan dua belas orang sebagaimana yang telah dihitung oleh wanita tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Panggilkan wanita itu kemari!" wanita itu pun dihadapkan. Beliau bersabda: "Ceritakanlah mimpimu kepada orang ini." wanita itu lalu menceritakan mimpinya. 
Anas berkata, "Kejadian itu sebagaimana yang dikatakan oleh wanita itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." 
(HR. Ahmad: 11937) 

Kemudian yang terakhir, jika isi pesan di dalam mimpi merupakan sebuah nubuah atau berita masa depan, maka mimpi itu akan menjadi kenyataan.
Dan inilah yang di maksud oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin jika seseorang bermimpi kemudian menjadi kenyataan, maka orang tersebut menandakan memiliki sifat yang jujur.

Dan bagi si pemimpi sudah sepatutnya meyakini isi pesan di dalam mimpinya sebagai bentuk Kabar berita masa depan yang pasti terjadi, alasan dia mendapatkan mimpi tersebut agar dirinya mengambil langkah untuk mempersiapkan diri menghadapinya.
Isi pesan di dalam mimpi ini bisa dalam bentuk takdir yang baik atau yang buruk.

Jika takdir yang buruk maka dengan informasi mimpinya dia dapat memanfaatkannya agar selamat dari takdir buruk tersebut.

Sebagai contohnya kisah pada zaman nabi Yusuf as.
Di mana takdir yang akan menimpa mereka ke depan adalah 7 tahun paceklik, karena mereka mengambil manfaat dari isi pesan di dalam mimpinya maka mereka selamat dari takdir buruk yang terjadi.

Adapun isi pesan di dalam mimpi dalam bentuk tafsiran maka inilah yang di sebutkan oleh nabi Muhammad Saw bahwa mimpi itu adalah misteri

sebagaimana riwayat dari Abu Razin dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: 

الرُّؤْيَا مُعَلَّقَةٌ بِرِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ يُحَدِّثْ بِهَا صَاحِبُهَا فَإِذَا حَدَّثَ بِهَا وَقَعَتْ وَلَا تُحَدِّثُوا بِهَا إِلَّا عَالِمًا أَوْ نَاصِحًا أَوْ لَبِيبًا وَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ جُزْءٌ مِنْ أَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

"Setiap mimpi adalah sebuah misteri selama orang yang bermimpi belum menceritakannya. Jika dia telah menceritakannya, maka akan terjadi. Janganlah kalian menceritakannya kecuali kepada orang alim, atau orang yang bisa memberi nasehat atau orang yang berakal, mimpi yang baik adalah bagian dari empat puluh bagian kenabian
[Musnad Ahmad : 15594]


Maka, jika seseorang bermimpi berupa simbol, maka berhati-hatilah dalam menceritakannya kepada seseorang.

Agar orang yang memiliki sifat rasa dengki tidak membahayakan si pemimpi sebagaimana kisah nabi Yusuf as dan saudaranya.

Maka, mimpi harus di sampaikan kepada ahli tafsir, orang berakal, atau orang yang bisa memberikan nasehat dan kepada orang yang di cintai.

Karena mereka tidak akan membahayakan si pemimpi dengan sifat rasa ke dengkian dan jika mimpi itu bermakna takdir buruk yang bisa menimpa si pemimpi, maka mereka tidak akan menafsirkannya.

Semoga penjelasan singkat ini di pahami dan bermanfaat buat kita semua.

Rabu, 30 Desember 2020

Jenis Mimpi Berbahaya Dan Cara Mengatasinya

JENIS MIMPI BERBAHAYA DAN CARA MENGATASINYA.


Telah di sampaikan pada waktu lalu dari hadits muslim bahwa mimpi ada 3 jenis, sehingga kita dapat mengetahui bahwa mimpi ada yang Haq dan ada yang bathil.
Kemudian ulama Ibnul Qayyim rahimahullahu telah menerangkan bagaimana cara kita untuk meneliti mimpi yang Haq dan bathil, di mana sebagai penimbangnya dengan Wahyu yang jelas yaitu Al Qur'an dan hadits.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan mengenai mimpi yang bathil, supaya terhindar dari permainan setan dan khayalnya sendiri, karena mimpi bathil bisa berdampak bahaya di dalam kehidupan nyata.

📌CIRI MIMPI DARI SETAN.

mimpi dari setan adalah mimpi yang melahirkan rasa takut dan sedih pada diri manusia yang bisa terbawa hingga dia terjaga, dapat mengakibatkan rasa murung, lesu, sakit dan penuh kekhawatiran.

📌CONTOH DARI HADITS TENTANG MIMPI DARI SETAN.

1. Riwayat dari Jabir.

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِأَعْرَابِيٍّ جَاءَهُ فَقَالَ إِنِّي حَلَمْتُ أَنَّ رَأْسِي قُطِعَ فَأَنَا أَتَّبِعُهُ فَزَجَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لَا تُخْبِرْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي الْمَنَامِ

dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa seorang Arab dusun datang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Ya Rasulullah! Aku bermimpi dalam tidurku, kepalaku di penggal lalu aku mengikutinya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu memperingatkan kepadanya: "Janganlah kamu menceritakan kepada orang lain permainan setan denganmu ketika kamu tidur."
[Shahih Muslim : 4211]

Contoh pertama ini bisa mengakibatkan si pemimpi merasakan ketakutan, khawatir, tidak semangat, dll

2. Riwayat dari Abu Salamah dia berkata; '

كُنْتُ أَرَى الرُّؤْيَا أُعْرَى مِنْهَا غَيْرَ أَنِّي لَا أُزَمَّلُ حَتَّى لَقِيتُ أَبَا قَتَادَةَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا حَلَمَ أَحَدُكُمْ حُلْمًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ

Aku bermimpi sesuatu yang menyebabkan aku sakit dan waktu itu aku tidur tanpa selimut. Lalu aku bertemu dengan Abu Qatadah lalu aku menyampaikan hal itu kepadanya hingga kemudian dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mimpi yang baik datang dari Allah dan mimpi yang buruk datang dari setan. Apabila kamu bermimpi sesuatu yang tidak kamu senangi, maka meludahlah ke kiri tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari bahaya kejahatannya, niscaya dia tidak akan membahayakan."
[Shahih_Muslim : 4195]

Contoh ke dua ini mimpi yang bathil menyebabkan si pemimpi menjadi sakit, karena abu qatadah memberikan penekanan kepada keimanan mengenai mimpi buruk dapat membahayakan.

Dari keterangan abu qatadah tersebut kita dapat mengetahui cara menyikapi mimpi yang bathil yaitu meludah ke kiri 3 kali kemudian berlindung kepada Allah SWT dari bahaya kejahatannya mimpi.

Di dalam hadits yang lain menambahkan cara menyikapi mimpi yang bathil yaitu 

Riwayat dari Abdullah bin 'Amru dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa beliau berkata:

 { لَهُمْ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا } قَالَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يُبَشَّرُهَا الْمُؤْمِنُ هِيَ جُزْءٌ مِنْ تِسْعَةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ فَمَنْ رَأَى ذَلِكَ فَلْيُخْبِرْ بِهَا وَمَنْ رَأَى سِوَى ذَلِكَ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ لِيُحْزِنَهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْكُتْ وَلَا يُخْبِرْ بِهَا أَحَدًا

 "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia." Beliau bersabda: "Mimpi yang benar yang diberikan kepada seorang mukmin adalah satu bagian dari empat puluh sembilan bagian kenabian, barangsiapa memimpikannya hendaklah ia mengkhabarkannya, dan barangsiapa yang memimpikan selainnya maka sesungguhnya itu adalah dari setan, dan hendaknya ia menyimpannya dan hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, dan hendaklah ia diam dan tidak memberitahukannya kepada seorangpun
[Musnad Ahmad : 6747]

Setelah memahami ciri mimpi buruk dari setan dapat memberikan dampak negatif maka kita di anjurkan pada saat bermimpi buruk untuk meludah ke kiri 3, kemudian berlindung kepada Allah SWT agar terhindar dari dampak keburukannya kemudian kita di larang untuk menceritakannya.
.
Kemudian mimpi yang bathil selain dari setan adalah mimpi dari khayalannya seseorang.
Di mana seseorang bermimpi di karenakan pada waktu terjaga sebelum tidurnya dia memiliki angan-angan, keinginan dan semisalnya yang memenuhi isi fikirannya sehingga terbawa ke dalam tidur, jenis mimpi inilah yang dikemukakan oleh Freud melalui teori pemadatan dan pemindahan di mana mimpi sebagai jalan pemenuhan keinginan dari alam bawah sadar yang kita represi. 

Semoga penjelasan singkat ini bisa di pahami dan bermanfaat buat kita semua.


Maka dari itu Islam mengajarkan sebuah adab dalam bermimpi.

Selasa, 29 Desember 2020

3 Jenis Mimpi Dalam Islam

3 JENIS MIMPI & CARA MEMBEDAKANNYA.


Pada pembahasan yang lalu telah di terangkan bahwa mimpi adalah bagian dari iman, berdasarkan "surah Yunus : 64" menerangkan bahwa "ada berita gembira di dalam kehidupan dunia" kemudian dari tafsiran nabi muhammad saw yang ada di dalam hadits musnad ahmad bahwa "berita gembira di dalam kehidupan dunia adalah mimpi."

Dengan hal itu umat Islam wajib beriman kepada mimpi, karena akan bermanfaat dalam keimanan dan dampak di dalam kehidupan nyata.

Sehingga isi pesan di dalam mimpi perlu di perhatikan untuk mengambil manfaatnya yang bisa di terapkan dalam akidah dan kehidupan nyata.

Namun tidak semua mimpi dapat di manfaatkan karena mimpi terbagi 3 macam.

📌 HADITS TENTANG 3 JENIS MIMPI.

Riwayat dari abu Hurairah Radhiyallahu, Rasulullah Saw bersabda :

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِنْ رَأَى

Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang.
[Shahih Muslim : 4200]
-------------

Karena mimpi terbagi-bagi jenisnya, artinya ada mimpi yang Haq dan yang bathil, adapun mimpi yang Haq adalah dari Allah swt dan mimpi yang bathil adalah dari setan dan khayalnya seseorang.

Dengan hal ini umat Islam harus membedakan jenis mimpinya, dengan cara meneliti isi pesan di dalam mimpinya agar tidak tertipu oleh permainan setan dan khayalannya sendiri.

📌 CARA MEMBEDAKAN JENIS MIMPI.

Ada penjelasan dari ulama Ibnul Qayyim rahimahullahu, memberikan cara dalam membedakan mimpi yang Haq dan bathil :

"Dan mimpi para Nabi adalah wahyu, karena mimpi mereka terjaga dari syetan; dan ini sudah menjadi kesepakatan umat (Islam); oleh karena itu Al-Khalil (Nabi Ibrahim 'alaihissalaam) mau menyembelih putranya Ismail 'alaihissalaam hanya karena mimpi. Adapun mimpi selain mereka maka harus dicocokkan dengan wahyu yang jelas; kalau cocok (maka diterima), kalau tidak maka tidak boleh diamalkan"
(Madaarijussalikin 1/51)
----------------
Adapun maksud dari penjelasan ulama Ibnul Qayyim rahimahullahu bahwa "mimpi seseorang harus di cocokkan dengan Wahyu yang jelas " adalah mimpi itu harus di sesuaikan dengan Al Qur'an dan hadits.

Karena al quran dan hadits dapat menimbang kebenaran mimpi tersebut kepada kaitan agama dan kenyataan hidup.

📌 CONTOH MIMPI HAQ DAN BATHIL

1. KAITAN MIMPI DENGAN AGAMA.

Jika seseorang bermimpi yang mendapatkan anjuran untuk beribadah dengan suatu amalan yang tertentu dan amalan itu pun terlihat baik, karena ada di dalam al quran atau hadits, namun pesan di dalam mimpinya dalam cara mengamalkannya dia harus mengganti dengan amalan yang hukumnya wajib.

Maka, mimpi yang seperti ini adalah mimpi yang bathil, sikap yang harus di lakukan adalah dia harus meninggalkan isi pesan di dalam mimpinya dan mendustakan mimpinya.

Karena, jika mimpi yang datangnya dari Allah SWT dan seseorang yang bermimpi mendapatkan anjuran beramal untuk beribadah kepada Allah swt, maka, anjuran tersebut akan sejalan dengan Al Qur'an dan hadits dan tidak akan mengganti atau meninggalkan amalan ibadah yang hukumnya wajib.

2. KAITAN MIMPI DENGAN KENYATAAN HIDUP

Jika seseorang bermimpi lalu pesan di dalam mimpinya dia mendapatkan perintah untuk menghukum seseorang dengan cara di bunuh, alasannya dia telah melakukan pencurian.

Maka, mimpi seperti ini adalah mimpi yang bathil, alasannya hukum di dalam syariat Islam, hukuman bagi pencuri adalah potong tangan bukan di bunuh.
------------

Dengan hal ini kita bisa memahami bagaimana cara membedakan mimpi yang Haq dan bathil sehingga bisa mengetahui pesan mimpi yang dapat di manfaatkan dan yang di dustakan.

Semoga penjelasan singkat ini bisa di pahami dan bermanfaat buat kita semua.
Insha allah, pada pembahasan ke depan akan lebih di dalam lagi pembahasannya tentang jenis mimpi yang Haq dan bathil, supaya kita lebih mudah terhindar dari mimpi permainan setan dan khayalan pribadi.
Dan pada saat kita mengambil pesan di dalam mimpi, kita berada di jalan yang benar.

Minggu, 27 Desember 2020

Mimpi Dalam Islam | Bab. Mimpi Bagian Dari Iman


Mimpi Dalam Islam
Bab. Mimpi Bagian Dari Iman.
***
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh

الحمدلله و صلاة و سلام على رسول الله و آله وصحبه اجمعين

Bismillahirrahmanirrahim
----

Setiap orang pernah mengalami mimpi ketika tidur, namun pemahaman yang berkembang di masyarakat, mimpi bisa terbagi beberapa macam, ada orang yang bermimpi indah dan ada orang yang bermimpi buruk.

Jika seseorang bermimpi indah, maka mimpi itu di yakini datangnya dari allah swt dan jika seseorang bermimpi buruk, maka mimpi itu di yakini datangnya dari setan.

Kemudian pemahaman yang berkembang di masyarakat selanjutnya adalah mimpi tidak ada kaitannya dalam keimanan dalam beragama apalagi dengan kehidupan nyata.

Padahal di dalam islam telah ada secara khusus membahas masalah mimpi, inilah sebagai bukti bahwa islam agama yang sempurna, permasalahan apapun ada penjelasannya di dalam islam, misalkan masalah kesehatan, sains, akhlak, dll.

Semuanya ada penjelasannya di dalam islam, termasuk masalah mimpi.

Masalah mimpi sudah di terangkan Sebagaimana di dalam firmannya :

لَهُمُ الْبُشْرٰى فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۗ لَا تَبْدِيْلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۗ

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
[Yunus : 64]

Ayat ini bisa di pahami dengan tafsiran dari nabi muhammad saw, sebagaimana riwayat dari Abu Darda' dia berkata.

أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ مَا تَقُولُ فِي قَوْلِ اللَّهِ { لَهُمْ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ } قَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ شَيْءٍ مَا سَمِعْتُ أَحَدًا سَأَلَ عَنْهُ بَعْدَ رَجُلٍ سَأَلَ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُشْرَاهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْمُسْلِمُ أَوْ تُرَى لَهُ وَبُشْرَاهُمْ فِي الْآخِرَةِ الْجَنَّةُ

"Seorang laki-laki datang kepadanya dan berkata, "Apa pendatmu dengan firman Allah: '(Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan Akhirat) ' Abu Darda' berkata, "Sungguh kamu telah menanyakan sesuatu yang belum pernah aku mendengar seorang pun bertanya seperti itu, setelah laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal itu, beliau bersabda: "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia, yaitu mimpi benarnya seorang muslim atau yang dimimpikan oleh seorang Muslim, sedangkan kabar gembira dikehidupan akhirat adalah dengan surga
[Musnad Ahmad : 26250]

Dari keterangan Al-Qur'an & hadist artinya mimpi adalah kabar berita gembira di dunia dari allah swt, sehingga umat islam perlu memperhatikan isi pesan di dalam mimpinya.

Artinya mimpi berkaitan dalam keimanan dan kehidupan nyata, namun barang siapa yang tidak mau beriman kepada mimpi baik & benar, maka seorang Shaikh Abdul Ghani al-Nabulisi memberikan penekanan dalam penjelasannya :

"Barangsiapa yang tidak mempercayai mimpi yang baik dan benar, "R'uya al-Saliha" pastinya tidak beriman dengan Allah dan Hari Kiamat.''
[Nabulisi, Ta'teer al-Anaam fi tafseer al-Ahlaam Muqaddama ms 3]

Artinya jika salah menyikapi bisa membahayakan dalam keimanan, maka sudah sepantasnya umat islam mengimani petunjuk Al-Qur'an dan hadits.

Semoga penjelasan singkat ini bisa di pahami dan bermanfaat, bahwa seorang muslim wajib mengimani mimpi di karenakan petunjuk dari Al-Quran dan hadits.

Bersambung.!

------------------------

💌 sebarkan karena cinta kepada allah swt.
Semoga allah memberikan rahmat & kemudahan bagi orang yang menebarkan kebaikan dan kebenaran.

Aamiin ya rabbal alamin 🤲🏻.
Jazakhallahu Khairan.
Waassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Fatwa Ulama Tentang Mimpi Allah Swt | Syaikh Muqbil Hadi Wadi'iy

Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’iy rahimahullah tatkala ditanya dalam sejumlah pertanyaan dari Indonesia, diantaranya : “Apakah seorang mukmi...